Gempa 7,3 Skala Richter Guncang Tasikmalaya

Gempa 7,3  Skala Richter Guncang Tasikmalaya

Hari Rabu 2 September 2009 tepatnya pukul 14.55 WIB, kota Tasikmalaya di Jawabarat di guncang gempa dengan kekuatan 7,3 Skala Ritcher yang berpusat di 142 kilometer sebelah barat daya Tasikmalaya dengan kedalaman 30 KM dan ternyata gempa tersebut berpotensi terjadinya tsunami.

Getaran gempa terasa cukup keras di Jakarta, Jawa Barat selatan, Jawa Tengah Selatan, dan Yogyakarta intensitas gempa di Bali sama dengan yang dirasakan di sejumlah daerah seperti Tegal dan Subang. Intensitas gempa tinggi juga dirasakan di kawasan Puncak, Bogor, dan Sukabumi yakni hingga 6 MMI. Untuk lebih jelasnya saya tambahkan posisi letak gempa di Tasikmalaya tersebut :

Lokasi Gempa Tasikmalaya : 7.770°S, 107.324°E

Sumber Gempa Tasikmalaya :

95 km (60 miles) SSW of Bandung, Java, Indonesia
110 km (65 miles) SSE of Sukabumi, Java, Indonesia
115 km (70 miles) WSW of Tasikmalaya, Java, Indonesia
190 km (120 miles) SSE of JAKARTA, Java, Indonesia

Gambar Lokasi Gempa di Tasikmalaya

Gempa 7,3  Skala Richter Guncang Tasikmalaya

Gempa 7,3  Skala Richter Guncang Tasikmalaya

Kerusakan di Cilacap Bertambah, 80 Rumah Bahkan Roboh

Bangunan pertokoan di Tasikmalaya hancur digoyang gempa berkekuatan 7,3 skala richter, Rabu (2/9).

Rabu, 2 September 2009
Jumlah temuan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter di Cilacap, Jawa Tengah terus bertambah. Ratusan rumah rusak berat bahkan puluhan di antaranya roboh.

“Data sementara yang kami himpun hingga pukul 21.00 WIB, jumlah rumah roboh mencapai 80 buah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, Hari Winarno, di Cilacap, Rabu (2/9).

Jumlah rumah yang rusak berat, katanya, mencapai 220 unit dan rusak ringan 282 unit. Selain kerusakan rumah, katanya, sebanyak tiga bangunan sekolah mengalami kerusakan dan dua balai desa di kawasan selatan Jateng itu roboh. “Enam pasar desa mengalami rusak berat dan dua sepeda motor warga juga mengalami kerusakan,” katanya.

Ia memperkirakan, temuan jumlah bangunan rusak akibat gempa tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Hingga saat ini, katanya, belum semua petugas di tingkat kecamatan melapor kepada pihak BPBD (Badan penanggulangan Bencana Daerah) Pemkab Cilacap tentang dampak gempa yang pusatnya di 142 kilometer barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat itu.

Jumlah kerugian materi yang diderita warga akibat gempa tersebut, katanya, hingga kini belum diketahui secara pasti. Pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh aparat kecamatan di Kabupaten Cilacap untuk mendata kerusakan rumah warga termasuk masalah tempat penampungan bagi para korban.

Sumber : kompas.com

Korban Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya 33 Orang

Seorang bocah menjerit menangis karena keluarganya menjadi korban gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/9).

Rabu, 2 September 2009

Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan mencatat hingga pukul 22.00 WIB jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB dilaporkan sebanyak 33 orang.

Selain itu, menurut Kepala PPK Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya di Jakarta, Rabu malam, gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut juga menyebabkan 305 orang terluka dan 40 orang hilang.

Jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Jawa Barat dilaporkan sebanyak 32 orang dengan rincian enam orang di Kabupaten Bandung, 11 orang di Cianjur, empat orang di Garut, tiga di Kabupaten Tasikmalaya, satu orang di Kota Tasikmalaya, enam orang di Banjar dan satu orang di Sukabumi. Guncangan gempa juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 38 orang terluka di DKI Jakarta.

Gempa juga mengakibatkan rumah penduduk dan bangunan publik rusak. Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat, kata Rustam, telah mengirimkan tim medis dan bantuan logistik yang dibutuhkan untuk menangani korban bencana.”Sampai sekarang keadaan masih terkendali,” kata Rustam.

Sumber : kompas.com